Senin, 06 Februari 2012

NO LABEL STUFF






CV. ANTIESTETIKA INDONESIA adalah perusahaan induk yang pada awalnya dimulai dengan mendirikan merk NO LABEL STUFF, yaitu sebuah perusahaan yang bergerak di bidang industri pakaian jadi dengan jangkauan konsumen lebih diutamakan bagi kalangan remaja dan dewasa aktif.


NO LABEL STUFF / N.L.S banyak terinspirasi oleh kehidupan jalanan di kota besar seperti ; musik keras, olah raga jalanan, pekerja kasar, dsb yang kemudian diadaptasikan ke bentuk pakaian jadi dan disesuaikan dengan trend fashion yang sedang berlangsung.


Hingga sekarang perusahaan ini telah berhasil memasarkan produknya di beberapa kota besar di Indonesia seperti; Jakarta, Bogor, Yogyakarta, Surabaya, Padang, Pekanbaru, Balikpapan, Denpasar, Ujung Pandang dan kota Bandung sebagai pusat penjualan utama.


Sampai saat ini kinerja perusahaan ini dioptimalkan pada beberapa cabang, berpusat pada induk perusahaan yaitu CV ANTIESTETIKA INDONESIA, memiliki beberapa cabang anak perusahaan seperti:


~~~ NOLABELSTUFF : Merk dagang pria dan sebagai merk dagang utama
~~~ NLS MAIDEN : Merk dagang untuk wanita
~~~ NLS Jr. : Merk dagang untuk anak-anak
~~~ AEWORX : Sebuah teamwork kreatif yang menjadi inti dari lahirnya dan pergerakan merk-merk diatas.


Dimana fungsi dan tujuan dibentuknya anak-anak perusahaan tersebut adalah untuk memperkuat konsep awal induk perusahaan yaitu konsep urban street style (sebuah gaya hidup di jalanan kota besar yang berkesan non-formal dan up to date, yang tidak akan habis ditelan waktu).








OFFICE :
C.V. Antiestetika Indonesia
Merk Dagang : No Label Stuff (N.L.S)
Ph/fax : +62 22 420 44 55 / (CDMA) +62 22 7053 4455
E-mail : nolabelstuff@yahoo.com




STORE :
Jl. Trunojoyo No. 8 Bandung 40115
Jawa Barat, Indonesia
Ph/fax : +62 22 420 44 55 / (CDMA) +62 22 7053 4455
E-mail Order : order@nolabelstuff.com








klik di sini untuk FP FB nya (bisa order via online)  :)
klik di sini untuk twitter nya :)
klik di sini untuk untuk web nya :)








penampakan NO LABEL STUFF sedikit 
















penambahan dari sumber   ^_^



»»  READ MORE GUYS :D

Sabtu, 04 Februari 2012

CROOZ CLOTH


Didirikan pada tahun 2003 oleh Max dan Ariana yang memiliki kecintaan yang besar terhadap fashion dan musik, dengan ethos DIY ( do it yourself ) mereka mulai membuat apparel yg awalnya hanya dijual kepada teman teman dekat saja, karena kualitas produk yg mereka buat saat itu dirasakan “berbeda” produk CROOZ menjadi sering dipesan oleh orang orang lain juga. Seiring berjalannya waktu Brand crooz sudah mulai dikenal orang meskipun tidak banyak. Pada tahun 2005 akhirnya mereka memutuskan untuk membuat concept outlet sebuah konsep toko yang belum populer pada saat itu. Berisikan produk apparel, rilisan CD dan merchandise band lokal berkualitas toko CROOZ mulai dikenal di Jakarta sebagai tempat utk mencari barang barang “indie” yang jarang ditemui di tempat tempat lain.

Sebagai brand urban dengan konsep cutting edge CROOZ memiliki konsumen tersendiri, tidak banyak namun sangat loyal dan bangga disebabkan adanya hubungan komunikasi yang terjaga antara CROOZ dan konsumen secara tidak langsung menjadi mutualisme dimana konsumen membutuhkan sesuatu yang bisa mereprentasikan konsep cutting edge dan CROOZ hadir sebagai produsen yang tetap setia pada jalurnya. konsep ini juga diaplikasikan oleh CROOZ di beberapa negara di asia tenggara, terbukti brand CROOZ pada tahun 2011 ini sudah memiliki cabang di negara negara tetangga seperti Malaysia, Singapore dan Philippina.

CROOZ juga sebagai salah satu konseptor dan penggerak acara acara independen di Jakarta yang melibatkan band band “tidak biasa” sebut saja CFD FEST ( acara yang digelar oleh crooz setiap tahun ) yang sekarang menjadi semakin besar dan diisi band band terkenal dari dalam maupun luar negeri. CROOZxMACBETH Indonesian tour, mengambil bagian di beberapa kota besar di indonesia yang ternyata memiliki respon yang sangat baik dari anak anak muda di kota kota tersebut.

Selain sebagai toko dan brand, CROOZ juga dikenal sebagai rumah bagi band band indie di Jakarta tercatat band band seperti The Upstairs, Siksa Kubur, Karon N Roll, Peewee Gaskins, Sweet As Revenge, Thirteen dan lain lain mempercayakan Crooz sebagai produsen dan distributor agar penggemar dapat lebih mudah mendapatkan merchandise mereka karena Merk CFD (Crooz Fashion Distortion) sekarang dikenal oleh para penggemar band sebagai merk utk merchandise band band kesayangan mereka.

Inilah Kumpulan kumpulan Foto-Foto Toko Crooz dari awal sampai saat ini :

-- DISTRO CROOZ pertama :





-- DISTRO CROOZ kedua :




-- DISTRO CROOZ ketiga :





Crooz. Brand yang satu ini memang patut masuk dalam salah satu produk lokal yang mumpuni. Kurang lebih empat tahun belakangan, namanya terus meroket hingga akhirnya menempatkan clothing line yang satu ini dalam sebuah posisi menjadi brand ternama di industri lokal.
Musik menjadi salah satu inpirasi yang kuat dari brand ini. Sejak kemunculannya pada tahun 2003, panggung musik dan komunitas di dalamnya adalah dua hal yang menjadi konsep dari Crooz sendiri. Dan semuanya terlahir dari sosok yang akrab disapa Max. Kesenangannya dalam dunia musik dan hobi mengkoleksi kaos band nagri menjadi penggerak utama dari apa yang dihasilkannya sekarang ini.

“Gue menggerakan Crooz ini memang berawal dari hobi. Gue doyan ngumpulin kaos band dan masih tergabung di band Sweet As Revenge. Lama menjalani aktifitas itu ujungnya gue sadar kalo order kaos nagri hanya menghabiskan uang dan nggak banyak berarti. Modal nekat gue bikin kaos band gue sendiri dan nggak taunya laku,” papar Max kepada Hai.
Kerja keras yang dilakoninya akhirnya berbuah manis. Kini Crooz telah berkembang pesat menjadi salah satu produk lokal di antara produk lokal kenamaan lainnya. Nggak hanya di Jakarta, nama Crooz juga telah merambah nasional dan menarik minat mereka di daerah lain yang berujung dengan distribusi yang semakin meluas pula. Selain bermarkas di bilangan Duren Tiga, Jakarta Selatan, outlet resmi Crooz juga telah resmi merambah dua kota Bandung dan Malang.

Crooz terlahir dari musik. Kegemaran akan musik dari Max membuat Crooz terus berkembang mengikuti arah musik dan komunitasnya. Satu per satu band didukungnya dan secara nggak langsung Crooz menjadi wadah bagi komunitas musik baik pelaku dan juga pendengarnya.
Hal tersebut memang sesuai dengan apa yang diharapkan oleh Max sendiri. sejak awal bergerak di tahun 2003 lalu, Max memang ingin membentuk sebuah simbiosis mutualisme antara brand dan juga band yang ada.

“Dari banyak panggung musik yang gue jalani, faktanya banyak band lokal yang memang nggak kalah bagus dari luar negeri. Ada potensi yang mereka miliki untuk berkembang dan gue mau Crooz ada di dalam sana. Akhirnya gue membantu memproduksi membuat merchandise untuk mereka dan sebaliknya mereka pun membantu mempromosikannya. Intinya sih saling support,” jelas Max.
Cukup banyak band yang kini dikenal khalayak luas yang pada awalnya berjalan bersama dengan Crooz. Sebut saja seperti Pee Wee Gaskins, Vierra hingga Last Child. Bentuk support dari Crooz nggak hanya itu saja. Di sisi lain banyak hal yang telah digerakan beberapa di antaranya seperti mensuppot panggung komunitas musik, membuat beragam gathering, menggelar tur beberapa kota dan hingga kini membawa musik-musik dari band yang digalanginya untuk timbul di permukaan blantika musik Indonesia hingga mendapatkan sebuah pengakuan tersendiri untuk mereka. Hasilnya malah lebih dari yang dibayangkan. Dengan sendirinya akhirnya Crooz mempunyai komunitasnya sendiri.

“Gue nggak mencoba membentuk komunitas, tetapi mereka ada dengan sendirinya. Ketika mereka terbentuk maka gue hanya mencoba mewadahi mereka. Di Crooz mereka bisa berinteraksi dengan band yang mereka suka dan berinteraksi langsung,” celetuk Max.
Nggak sampai di situ saja, belakangan ini Max cs akhirnya juga menggerakan band-band yang disupportnya untuk lebih didengar di nagri dan terfokus di Asia Tenggara. Malaysia dan Filipina menjadi dua negara yang sukses dirambah oleh Crooz. Nggak hanya soal distribusi barang, tetapi juga band yang mereka gandeng. 

Yap, semuanya bukan soal keuntungan semata, tetapi bagaimana cara kita melihat Crooz menjadi sebuah pergerakan dahsyat yang pada mulanya hanya sebuah passion musik dan kreatif di sekitarnya. Semoga saja dengan apa yang telah diraih Max sejauh ini akan terus menjadi sebuah brand yang terus mensupport band lokal demi kemajuan industri kreatif tanah Air.




sedikit penampakan CROOZ nya :













alamat DISTRO nya :

-- Crooz Jakarta: (Jl Pln Duren Tiga Raya No 37 Jaksel) +62217980516
-- Bandung: (Jl. Tirtayasa No.24 Bandung +6222-4260783) (Belakang Total Buah) 
-- Malang: (Jl Telomoyo No 18 Malang +6285859325832)
-- Jalan PLN Duren Tiga Raya No 37 Pancoran Jakarta Selatan 12760 No telp 0217980516 

contact person :
-- email : croozcloth@yahoo.com
-- hp : 0856 932 12345





penambahan dari sumber  1  &  2  &  :D :D


»»  READ MORE GUYS :D

Jumat, 03 Februari 2012

ALAMAT DISTRO-DISTRO DI INDONESIA



DI JAKARTA :



1)BLOOP JAKARTA Tebet Utara dlm 1a – JakSel 021-83792042, Berto Saksono – 081613703402)FLAG Store Jl.Margonda Raya Gg.Kapuk #404E Depok 16424 cp.aan 021-93669310


2)Cannizaro distro
jln tole iskandar no 2 rt 06/01
depok 16411
contact person: ferdie (085219929841)


3)NANONINE JAKARTA Jl. Brawijaya XII No.8 – JakSel 021-72786407, Derry – 081310088081


4) FUPEI Offline Store Jl.Tulodong atas no.28 Kebayoran Baru jakarta 12190 Phone +6221-68338734 email:store@fupei.com


5) ADDICT JAKARTA Jl. Panglima Polim IV/ 33 , Jakarta Selatan BAYU – 0812 979 8506 / 0817 992 7499


6) LOCAL SHOP JAKARTA Mendawai 1 No.78, JakSel Mudha – 0818713318 / 0215581685


7) PREMIUM NATION JAKARTA Jl.pulau asem raya no.8, rawamangun,jaktim 13220 021-4895987,MARIO-08128110191


8) LULLABY DISTRO JAKARTA Jl.Budi raya No.88a, kemangisan – Jakarta Barat Felia – 08161429822


9)ERROR JAKARTA Jl.fatmawati 27 A, depan Holland Bakery BAYU – 0815 984 4701. 021 – 750 8894


10)Lavan shop Jl.Setu cipayung Jakarta-Timur


11)LXTRIX Jl.Tebet Barat IV Jakarta-selatan


12)Waay Manover Jl.Ciledug raya no.19 B Cipulir Kebayoran lama
Jakarta 12330


13)Toxxic Asem Baris no: 52 Tebet komp pertokoan Selmis


14)Interupt Jl.Gongseng Raya no: 46 Jakarta-Timur


15)Purplehaze Pengayoman Raya 12 ( LIA Pramuka ) Jakarta-Timur


16)Toodz,79 Jl.Cipete Raya 79


17)Doobie shope house Jl.Kolonel Sugiono M. no.24Pondok Bambu – Jaktim


18)IM (Immeasurable Moxie ) Jl. Pulo Asem 1c no.57 Rawa Mangun


19)Brainwash clothing,bags, accessories
Jl.bangunan timur 15 jakarta timur 13210 Phone:(021) 471 8070


20)cloister pulomas barat 5 c no 1 jaktim antara gading&rawamangun


21)Cynical md jln. lamandau IV no.18 jkt selatan tlp:021-7255407


22)Danjyo Jl. Cililin raya No.12A, Jakarta Selatan tlp. 021-7244289


23)Debut Pret A Porter Jl.Gunawarman No.71 Telp:021-720789


24)DEV.OID Jl. Pinang 10 Rawamangun


25)Elevate Jl. panglima polim II/19 jakarta -selatan 12160 ph: [021]-7233048


26)Euphoria bag Jl.Cipete raya No.47E, Jakarta selatan,Tlp:0811820610, telp:766830 Email:euphoriabags@yahoo.com


27)Flea keMang Raya sbLm poM bensiN kemAng, tLp 7195366


28)Goodank Jl.Teuku Cikditiro No.68 JakartaPusat Tlp:021-334048


29)Guilty Pleasure Jl.Lamandau III-IV No.18,Jaksel Tlp:0818891725


30)Hysteric Sabero House Lt.2 Kemang raya No.10A Jakarta selatan telp:021-7195703


31)LocKer smallshop JL. Hang Jebat II no 37B [bLaKang RS. PertamIna] Telp:021-72787025
Loly Tlp:021-4701231


32)Mine Clothing Shop Jl.Rajasa deretan Toko bunga Jakarta selatan telp:021-7211052/739 2549 atau 08128570376


33)my_self Jl. Pejaten Barat No : 10 sebelah SMU Gonzaga


34)Puravida The Office Jl. Puri Mutiara Raya 3B Jerut Purut Jakarta selatan


35)Razzle Wear Jl. Gunung Sahari No.2,Komp. Marina Mangga Dua Blok H/11,Jakarta Utara 14420.


36)Rebel clothing.tattoo.piercing jl.pejompongan raya no.13 jakarta pusat,info:0812 812 7983


37)ReLoad 78 kaRang teNgah tLpNya 75914826


38)Shugah Jl.H.Samali No.72, Jakarta Selatan 12740 Tlp: 021-7994094


39)Superstar Jl.Teuku Cikditiro 1 No.10 jakarta Pusat Tlp: 08128655731


40)The glitters.Co & Hips JL. Hang Lekiu 1 no 12


41)Toga Jl.Petogogan I No.5, Jaksel telp:0818955863


42)Distrix Distro & Clothing Co.
at Jl Bintaro Utama III Blok AP-50A, Bintaro Jaya Sektor III, Phone: (021) 735-6058


43)BENEDICTION DISTRO N CLOTHING
jln teratai putih raya 19 no 6a prumnas klender
jkt tim 13460 mobile; 081510073968 e
mail benediction_clothes@yahoo.com


44)NORDEN
di Jl.Mindi Raya Blok O No 40 Koja, Jakarta Utara,
email:adovallium@yahoo.com / 0818763757


45)HALTE distro
jl.curug raya no.02 , pondok kelapa
jakarta timur 13450 indonesia
contact :
kiky \’bronx\’ 08159288027
robert 08159926722
febi 08158310322


46)VOLLMOND DISTRIBUTION COMPANY
record,clothing,magz
4 MORE INFO U CAN EMAIL IN VOLLMOND_DIST_CO@YAHOO.COM
OR U CAN CONTACT US IN +62818763757 PR +628170223212
jaringan distribusi
jabotabek,jogya,balipekanbaru


47) monSter xtreme clothes,music n\’ accessories
jl.Gading Raya no.2 (samp.RS Persahabatan)
Rawamangun – Jakarta Timur 13230
Ph: 021-4899778
Hotline: 021-70133666
monstermetal@rock.com


48)Remix jl.cempaka putih raya b-13 jakarta pusat
(6221)4229561
www.geocities.com/remixclothing
021-70863107
budi:08121009945 / harry:08159935565 / anti:08161190705
remixclothing@yahoo.com


49)manual lab ketapang raya # 8. pondok pekayon indah
bekasi barat 17148 indonesia
phone : 021-8205169


50)GRIFEED tshirt. jackets.bags.hats.sandals.accessories
at jl.sungai sambas III no.102
kebayoran baru – jakarta selatan
phone : +6221 7230734 fax : +6221 7222852 mobile phone : 08129477599


51) cannizaro distro
jln tole iskandar no 2 rt 06/01
depok 16411
contact person: ferdie (085219929841)




DI BEKASI :

1) CHAPTER – BEKASI KH.Noer Alie 35,Kalimalang – Bekasi fax : +622188854699, Deniel – 08161365086

2)DART BEKASI Jl. Pipit 1 no 405 Perum 1 Bekasi 17144 ROBERT – 0856 801 1976

3)Character distro at JL.Nakula Raya No.99 Jakasampurna Bekasi
mail us at : character_distro@weezer.org
contact: 0818-493723(yuya-Owner)








DI BANDUNG :


Brand Rvltn
Jl. Pelindung Hewan 15 Lt. III Bandung
(+62-22) 70780845

Boardmaker
Jl. Merdeka 68 Bandung
(+62-22) 4221124

Mugabe
Jl. Jatiwangi Raya 11 Antapani Bandung
(+62-22) 70374254

Airplane System
Jl. Aceh 44 Bandung
(+62-22) 4210092

ARENA STORE
Jl.Dago NO 207,Bandung
(022) 2506444

Metamorf
Jl. Riau 106 Bandung
(+62-22) 70718695

Romantic Silver
Jl. Trunojoyo 23 Bandung
(+62-22) 4221124

Black ID
Jl. Belitung 3 Bandung
Jl. Buah Batu No. 269, Bandung
Jl. Cigurian No. 7 (near Mc Donalds King Plaza II Kepatihan)
Jl. Riau No. 18, Bandung
(+62-22) 4262898

BADGER INV
Jl. Mutiara IV No. 16 Buahbatu Bandung
(022) 70771361

BLAZE DISTRO
jln. Aceh no. 40 Bandung
jln. Tirtayasa no.6 Bandung
(022) 91687739

GEE EIGHT
Jl. Progo No. 3 Bandung
(022) 4267686

Marrmello
Jl. Buah Batu 62 Bandung
(+62-22) 70372226

Caboo
Jl. Sultan Agung 3 Bandung
(+62-22) 91511039

CELTIC
Jl. Setiabudhi No. 56 Bandung
(022) 2038668

COSMIC
Jl. Aceh No.105 Bandung
(022) 4237458

DISTRO HOUSE (Mode Plus)
Jln. Setiabudhi 41f Lt. Bandung.
081802255775

Firebolt (Frblt)
Cihampelas Walk, Young Street SG-28 Bandung
(+62-22) 2061136

Invictus
Jl. Pager Gunung 13 Bandung
(022) 2504407
jl. trunojoyo no. 6 bandung
(022) 4220376

Dobujack Invasion
Jl. Plered 2/19 Antapani Bandung
(+62-22) 7206790

Silverside 686
komp. Pasir Pogor Indah
Jl. Pasir Suci Barat 16 Ciwastra Buah Batu Bandung
(022) 7566874

Terrgee
Jl. Sari Asih II/2 Bandung
(022) 2020535

Kenari Fabrics Outlet
Jl. Kenari 14 Bandung
(022) 4206660

NLS
Jl. Trunojoyo 8 Bandung
(+62-22) 4204455

Evil Army
Jl. Sultan Agung 5 Bandung
(022) 4265106

Feeble
Komp. Ujung Berung Indah 10 Bandung
(022) 7807164

Rawks
Jl. Banda 23 Bandung
(022) 91592477

Black Jack
Jl. Trunojoyo 19 Bandung
(022) 70741121

Mozie Framework
Jl. Bola Keranjang 8 Arcamanik Bandung
(022) 70025201

Flashy
Jl. Dipatiukur 1 Bandung
(022) 2508393

Horny
Jl. Cibeunying Kolot 84 Cigadung Selatan Bandung
(022) 2517258

Monster Industries
Jl. Bukit Dago Selatan 11 Bandung
(022) 70032005

Anti Beauty
Jl. Trunojoyo 6 Bandung
Jl. Mutiara IV No. 16 Buahbatu Bandung
(022) 4268109

INFAMOUS
Jl. Aceh No. 105 Bandung
(022) 4237458

Screamous
Jl. Trunojoyo 23 Bandung
(022) 91124948

Oro
Jl. Trunojoyo 23 Bandung
(022) 70156365

Flames & The Love Conspiracy Inc.
Jl. Cidurian Utara 203 Bandung
(022) 7316184

Dloops
Jl. Riau 110 pav , Bandung Contact : 022 4261642
Jl. Geusanulun, No. 1 Sultan Agung, Bandung Contact : 022 4206480
Office : Jl. H. Mesri No. 54A/6B, Bandung Contact : 022 70840311

FIREBOLT
Jl. Prabudimuntur No. 4 Dago, Bandung
Cihampelas Walk , Young Street SG-28, Bandung
www.frblt.com
(022) 2061136

MIGHTY INDUSTRIES
18th Park
Jl. Riau 18 Bandung
The Saint Devil
Jln. Setiabudhi No.41f Bandung (DISTRO HOUSE)
081802255775 & (022) 92176667

MORUKA
Jl. Merak No.4 Bandung
(022) 91888538

OINK THE PIGGEST COMPANY
Jl. Banda No. 23, Bandung
(022) 2515890

ORDER CLOTHING
Jl. Wartawan II No. 4 Bandung
(022) 7321712

MONIK
Jl. Setiabudhi No. 56 Bandung 40141
(022) 2038668

NO LABEL STUFF
Jl. Trunojoyo No. 8, Bandung
(022) 4204455

STRUGGLE
Jl. Kotabaru Raya No. 34 Bandung
022 5229990

STAR SEEKER
Jl. Nilem II, No. 6 Buah Batu, Bandung
022 7306525 , 08122055626 , 022 91196626

TWOCLOTHES SHOPHOUSE
Jl.Veteran No 2 Bandung
40112
(022)4234398

WADEZIG!
Jl. Hassanudin No. 10 Bandung
(022) 2506145

Disconnect
Jln. Buah Batu No.205 Bandung

JEJAK SHOP
Jl. Dipatiukur No. 66 F Bandung
(022) 2503754

Wake Clothes
Jl. Sunda 93A Bandung
(+62-22) 4213794

Jail Body Inside
Jl. Batununggal Indah Raya I/10 Bandung
(+62-22) 7502019

ThunderStar
Jl. Permata Kopo A62 Bandung
(+62-22) 5411733

Diery
Jl. Trunojoyo 23 Bandung
(+62-22) 4221124

Suantex
Jl. Dulatip 68B Bandung
(+62-22) 70720370

Post Clothing Co.
Jl. Dipatiukur 43 Bandung
(+62-22) 70742896

Ouval Research
Jl. Buah Batu No.64 Bandung
Jl. Sultan Agung no 13 Bandung
(+62-22) 7306697

Neps
18th Park Jl. Riau 18 Bandung
(+62-22) 70653323

Sins
Jl. Merak 4 Bandung
(+62-22) 91896777

EAT 347 (UNKL347)
Jl. Trunojoyo 4 Bandung
(+62-22) 4200515

Eatshop
Jl. Buah Batu 159 Bandung
(+62-22) 70034736

Flashjack
Jl. Sukarajin II Gg. Sastrodiharjo VI 1 Bandung
(+62-22) 7274419

Blankwear
Jl. Trunojoyo 23 Bandung
(+62-22) 70157540

Insider Trush
Jl Pungkur 59 Bandung
(022) 4239012 - 70802445

Little Sweet
Jl. Dr. Setiabudi 135 Bandung



sumber  1  &  2  :D :D

»»  READ MORE GUYS :D

SEJARAH DISTRO DI INDONESIA


apa itu DISTRO ??

Distro, singkatan dari distribution store[ atau distribution outlet, adalah jenis toko di Indonesia yang menjual pakaian dan aksesori yang dititipkan oleh pembuat pakaian, atau diproduksi sendiri. Distro umumnya merupakan industri kecil dan menengah (IKM) yang sandang dengan merk independen yang dikembangkan kalangan muda. Produk yang dihasilkan oleh distro diusahakan untuk tidak diproduksi secara massal, agar mempertahankan sifat eksklusif suatu produk dan hasil kerajinan.
Konsep distro berawal pada pertengahan 1990-an di Bandung. Saat itu band-band independen di Bandung berusaha menjual merchandise mereka seperti CD/kaset, t-shirt, dan stickerselain di tempat mereka melakukan pertunjukan. Bentuk awal distro adalah usaha rumahan dan dibuat etalase dan rak untuk menjual t-shirt. Selain komunitas musik, akhirnya banyak komunitas lain seperti komunitas punk dan skateboard yang kemudian juga membuat toko-toko kecil untuk menjual pakaian dan aksesori mereka. Kini, industri distro sudah berkembang, bahkan dianggap menghasilkan produk-produk yang memiliki kualitas ekspor. Pada tahun 2007 diperkirakan ada sekitar 700 unit usaha distro di Indonesia, dan 300 diantaranya ada di Bandung.





sejarah singkat

Di Kota Bandung – bagi sebagian masyarakatnya – keberadaan berbagai t-shirt seperti yang diperbincangkan di atas bisa jadi merupakan satu hal yang lazim. Demikian juga dengan keberadaan geng motor tua, sepeda bmx, penggemar musik hip-hop, musik elektronik, break dance, hardcore, grindcore, sampai dengan komunitas penggemar musik punk yang tersebar di beberapa tempat di sekitar pojokan kota. Dengan penampilan yang spesifik, beberapa kelompok ini menyebar di sekitar kampus-kampus, pojok-pojok jalan, diskotik, bar, daerah pertokoan, kamar kost, rumah kontrakan, shooping mall, dan lain sebagainya. Di malam Minggu, beberapa komunitas ini biasanya terlihat di sekitar Jalan Dago, Gasibu, BIP, Cihampelas, sampai Jalan Braga. 

Di Bandung, kebanyakan orang tampaknya memang masih punya banyak waktu luang untuk memikirkan beberapa hal yang mendetail dalam kehidupan sehari-hari mereka. Beberapa hal detail yang kemudian bermuara pada beragam kecendrungan akan gaya hidup, perilaku, dan berbagai aliran pemikiran.
Dadan Ketu, sebutlah demikian. Terlahir di Kota Bandung pada tahun 1973. Pemilik nama ini bukanlah figur yang asing lagi bagi mereka yang akrab dengan komunitas underground Kota Bandung di era pertengahan ’90-an. Bersama 8 orang temannya, pada sekitar tahun ’96 ia berinisiatif untuk membentuk sebuah kolektif yang kini dikenal dengan nama Riotic. Melalui ketertarikan akan satu model ideologi yang sama, komunitas ini kemudian mulai memproduksi musik rilisan mereka sendiri, yang kemudian berkembang menjadi sebuah toko kecil yang menjual segala macam pernak-pernik dari mulai kaset, merchandise band, t-shirt dan lain sebagainya.

Lain lagi dengan Dede, yang bersama keempat temannya mendirikan sebuah distro(2) yang bernama Anonim pada tahun 1999. Terutama karena ketertarikan pada musik dan film, kelompok ini kemudian mulai menjual t-shirt yang dipesan secara online melalui internet. Kini selain menjual barang-barang import, mereka juga menjual kaset-kaset underground dan produk-produk dari label clothing lokal, yang konon kabarnya mencapai sekitar 100 label clothing yang muncul bergantian seperti cendawan di musim hujan. Menurutnya, penjualan produk lokal meningkat jumlahnya setelah terjadi krisis ekonomi pada tahun 1996, yang menyebabkan harga barang impor meningkat dan semakin sulit didapat.
Riotic dan Anonim, dua nama ini adalah sedikit dari deretan nama-nama seperti, Harder, Riotic, Monik Clothing, 347 Boardrider & Co., No Label Stuff, Airplane Apparel System, Ouval Research, dan lain sebagainya. Sejak pertengahan ’90-an, di Kota Bandung memang bermunculan beberapa komunitas yang menjadi produsen sekaligus pelanggan tetap beberapa toko kecil – sebutlah distro – yang menjual barang-barang yang tidak ditemui di kebanyakan toko, shooping mall, dan factory outlet yang kini juga tengah menjamur di Kota Bandung. Berbekal modal seadanya, ditambah dengan hubungan pertemanan dan sedikit kemampuan untuk membuat dan memasarkan produk sendiri, kemunculan toko-toko semacam ini kemudian tidak hanya menandai perkembangan scene anak muda di Kota Bandung, tetapi juga kota-kota lain semisal Jakarta, Yogyakarta, Surabaya, dsb.

Reverse: Markas Kecil di Sukasenang
Adalah Reverse, sebuah studio musik di daerah Sukasenang yang kemudian dapat dikatakan sebagai cikal bakal yang penting bagi perkembangan komunitas anak muda di Kota Bandung pada awal era ’90-an. Di awal kemunculannya pada sekitar tahun ’94, semula Richard, Helvi, dan Dxxxt (3 orang pendiri pertama dari Reverse), hanya memasarkan produk-produk spesifik yang terutama diminati oleh komunitas penggemar musik rock dan skateboard. Dapat dikatakan, komunitas ini kemudian merupakan simpul pertama bagi perkembangan komunitas ataupun kelompok subkultur anak muda pada saat itu. Ketika semakin berkembang, Reverse kemudian menjadi sebuah distro yang mulai menjual CD, kaset, poster, artwork, asesoris, termasuk barang-barang impor maupun barang buatan lokal lainnya.

Kemudian bermunculan sederet komunitas baru yang lebih spesifik lagi. Dari yang semula hanya didatangi oleh penggemar musik rock dan komunitas skateboard, Reverse mulai didatangi oleh beberapa kelompok yang berasal dari scene yang lain. Dari yang meminati musik pop, metal, punk, hardcore, sampai pada kelompok skater, bmx, surf dan lain sebagainya. Belakangan, nama Reverse bermutasi menjadi Reverse Clothing Company, yang sekarang ini dikelola oleh Dxxxt. Menurut Richard, selain karena musik rock dan skateboard, saat itu kemunculan beragam komunitas semacam ini juga didorong oleh keberadaan beberapa film seperti The Warrior (Walter Hill/1979), BMX Bandit (Brian Trenchard-Smith/1983),Thrashin (David Winters/1986), Gleaming The Cube (Graeme Clifford/1989), dan film-film sejenis yang bercerita mengenai berbagai macam komunitas anak muda di Barat (Eropa Barat & Amerika).

“Dulu gua kalo mau nyari posternya Frank Zappa nggak mungkin dapet di tempat lain, pasti gua nyarinya ke Reverse!”, ujar Edi Khemod yang merupakan drummer band cadas bernama Seringai, sekaligus seorang penulis, produser rumah produksi Cerahati dan juga salah seorang anggota dari Biosampler; sebuah kelompok seniman multimedia yang sering muncul dalam aktifitas artistik di club scene kota Bandung dan Jakarta. Kebutuhan yang spesifik semacam inilah yang kemudian tertularkan pada beberapa komunitas dan distro-distro pada generasi sesudahnya. Kembali menurut Richard, menurutnya mereka yang datang ke Reverse itu kebanyakan mencari barang yang tidak terdapat di toko, shooping mall, atau departemen store. Hal ini juga diakui oleh Dadan dan Dede. Menurut mereka rata-rata yang datang ke distro itu orang-orang yang punya kebutuhan spesifik yang berbeda dengan kebutuhan orang kebanyakan. “Karena itu mereka mencari sesuatu yang lain, yang sulit ditemukan di wilayah-wilayah yang lebih mapan”, ujar Richard dalam sebuah wawancara. 

Untuk saya sendiri hal semacam ini tentu saja dapat dikatakan wajar. Kebanyakan anak muda memang punya tabiat untuk selalu mencari pengalaman yang baru dan berbeda.
Tampaknya dari kondisi yang spesifik semacam inilah, dinamika perkembangan industri musik, termasuk perkembangan fashion anak muda di Bandung selalu menemui banyak pembaharuan. Dari mulai jaman celana jeans di Jalan Cihampelas, tas ransel Jayagiri, jaman kaos oblong C-59, clothing lokal, band-band underground, distro, dan seterusnya sampai sekarang. “Perjumpaan yang terus menerus dengan hal/orang/barang yang sama, kadang-kadang menimbulkan perasaan jenuh/bosan/muak; bila tak tertahankan lagi, orang ingin keluar/melepaskan diri dari situasi itu: ingin tampil beda.” Demikian urai Yuswadi Saliya, seorang arsitek yang tinggal di Bandung ketika membalas pertanyaan dalam email saya untuk kasus ini. Saya pikir demikianlah adanya, Kota Bandung memang memiliki segudang rutin yang memaksa setiap warganya untuk terus bergerak mencari sesuatu yang baru dan berbeda. Kini beragam komunitas anak muda di kota Bandung terus bermunculan. Tidak lagi di Sukasenang, tetapi juga menyebar ke seluruh pelosok kota, mulai di bilangan Jalan Setiabudi (Monik/Ffwd Records), Citarum (347/EAT – Room No. 1), Moch. Ramdan (IF), Balai Kota (Barudak Balkot), Sultan Agung (Omuniuum), Saninten (Cerahati/Biosampler), Kyai Gede Utama (Common Room/ tobucil/Bandung Center for New Media Arts dan Jendela Ide), sampai ke daerah Ujung Berung (Ujung Berung Rebel/Homeless Crew), dsb.

“Karena Bandung kotanya kecil, jadi mau ngapa-ngapain gampang…lagian orang-orangnya juga kekeluargaan, cair banget, baturlah, semua dianggap sama.” Ujar Dede pada suatu kesempatan. Hal ini juga kembali disepakati oleh Dadan Ketu. Menurutnya, mereka yang berusaha di bidang clothing lokal tidak menemui kesulitan yang berarti ketika mereka harus berproduksi. “Mau cari bahan gampang pisan, tinggal ke Jalan Otista, Tamim, Cigondewah, Cimahi, Majalaya, terus tukang nyablon juga di sini mah banyak pisan, jadi nggak susah.”, jelasnya.

Paska 1990: Desa Global, GMR, dan MTV
Tidak hanya di era ’90-an – apabila kita lihat beberapa catatan di atas – sejak awal kemunculannya harus diakui Kota Bandung memang banyak menerima pengaruh dari Barat (Eropa Barat & Amerika). Namun, pada periode berikutnya tidak dapat dipungkiri kalau ada pengaruh lain yang tak kalah penting bagi perkembangan scene anak muda di Bandung, yaitu media. Sebagai contoh di bidang musik misalnya, melalui tangan dingin seorang Samuel Marudut (alm.), pada tahun ’92-an sebuah radio yang bernama GMR menjadi satu-satunya radio di Indonesia yang membuka diri untuk memutarkan rekaman demo dari band-band baru yang ada di kota ini, sehingga ikut memicu pertumbuhan scene musik yang ada pada saat itu. Selain memicu pertumbuhan komunitas musik di Kota Bandung, radio ini juga ikut mempopulerkan keberadaan beberapa band yang berasal dari luar kota Bandung.

Selain itu, perkembangan di bidang teknologi media & informasi juga secara radikal mampu mendorong perkembangan budaya kota di Bandung kearah yang lebih jauh. Salah satu contohnya adalah perkembangan teknologi rekaman yang memungkinkan band-band baru merekam musik mereka dengan menggunakan komputer, sehingga tidak lagi harus bersandar pada industri mainstream & produk impor. Saat ini, industri musik di Bandung sudah biasa diproduksi di studio-studio kecil, rumah, maupun di kamar kost. Selain itu, perkembangan di bidang teknologi informasi juga memudahkan setiap komunitas yang ada untuk berhubungan dan mendapatkan informasi yang mereka butuhkan. Melalui jaringan internet yang sudah berkembang sejak tahun 1995-an, Kota Bandung saat ini sudah menjadi bagian dari jaringan virtual yang semakin membukakan pintu menuju jaringan global.

Kehadiran MTV pun setidaknya memiliki peran yang tidak sedikit, karena melalui stasiun inilah beberapa band underground Bandung mendapat kesempatan untuk didengar oleh publik secara lebih luas. Selain itu, para presenter MTV siaran nasional pun tidak segan-segan untuk memakai produk-produk dari clothing lokal yang berasal dari Kota Bandung, sehingga produk mereka menjadi semakin populer. Dampaknya tentu saja tidak kecil. Selama beberapa tahun terakhir warga Kota Bandung mungkin sudah mulai terbiasa dengan jalan-jalan yang macet pada setiap akhir minggu. Selain menyerbu factory outlet, para pengunjung yang datang ke Kota Bandung pun biasanya ikut berbondong-bondong mendatangi distro-distro yang ada, sehingga memicu pola pertumbuhan yang penting, terutama dari segi ekonomi.

Melalui keberadaan beberapa komunitas anak muda yang senantiasa menyediakan barang-barang yang mereka produksi secara mandiri, setidaknya kita dapat melihat berbagai kumpulan tanda yang baru yang berbeda dengan masa sebelumnya. Apabila pada masa sebelumnya komunitas anak muda di Bandung sangat bergantung pada industri mapan dan berbagai produk impor, saat ini beberapa komunitas yang ada sudah mampu memproduksi kebutuhan mereka secara independen. Dalam beberapa kesempatan, wacana budaya perlawanan (counter culture) pun kerap mewarnai keberadaan komunitas ini. Diantara beberapa perilaku komunitas anak muda yang disebutkan tadi, setidaknya kita bisa melihat ini sebagai sebuah sikap politik yang membangun bentukan watak yang khas. Bagi beberapa komunitas anak muda di Bandung, musik dan fashion saat ini bukan lagi hanya sekedar trend. Musik dan fashion dapat juga dilihat sebagai bentuk ekpresi kemandirian politik yang mampu mengakomodasi berbagai aspirasi personal yang mereka miliki. Untuk itu, saya rasa dalam konteks perbincangan mengenai perkembangan kelompok subkultur di kota Bandung, sebetulnya musik dan fashion juga dapat dilihat sebagai instrumen yang mampu menjelaskan berbagai pandangan dan perbedaan yang menyertai keberadaan komunitas-komunitas ini.
Pertumbuhan yang pesat yang sangat ditunjang oleh keberadaan beberapa media seperti stasiun TV, radio, majalah, fanzines, dan terutama internet, terus saja mendorong perkembangan komunitas anak muda di Bandung.

 Selain semakin memperjelas keberadaan beberapa komunitas yang ada, kemunculan berbagai macam media juga menambah perluasan jaringan sampai ke kota-kota lain di luar Bandung, malah sampai ke luar negeri. Ketika mulai merilis kaset dibawah label 40124 pada pertengahan ’90-an, Richard mengaku pernah mendapatkan pesanan kaset rilisannya dari seorang penggemar musik-musik underground dari Jepang, yang kebanyakan memesan melalui internet. Lewat label 40124 ini, pada tahun 1996 Richard juga sempat merilis album kompilasi legendaris yang diberi judul “masaindahbangetsekalipisan”, yang berisi kumpulan lagu dari beberapa band lokal seperti Full of Hate, Rotten to The Core, Sendal Jepit, Cherry Bombshell, Puppen, Balcony, dsb. Sementara itu, Dadan Ketu menyatakan kalau sekarang ini memang sudah sangat biasa kalau ada salah seorang pengunjung distro di Bandung datang dari luar negeri, semisal Singapura atau Malaysia. “Mereka datang biasanya langsung ngeborong, bawa kaset 100 biji untuk dijual lagi di negeri asalnya, ada yang bayar kontan, ada juga yang nyicil,” ujarnya.

Wujud dari terbentuknya jaringan yang meluas ini sebetulnya sudah semakin terasa sejak tahun ’97. Pada bulan Agustus 1997 sebuah label rekaman punk dari Perancis yang bernama Tian An Men 89 Records merilis sebuah kompilasi yang berjudul “Injak Balik! a Bandung HC/Punk comp”. Kompilasi ini didukung oleh sejumlah band Bandung seperti Puppen, Closeminded, Savor Of Filth, Deadly Ground, Piece Of Cake, Runtah, Jeruji, Turtles Jr, dan All Stupid. Kebanyakan subject matter dari musik dalam album kompilasi ini berisi berbagai statemen politik yang disampaikan secara lugas oleh setiap band yang ikut terlibat di dalam proyek ini. Tidak hanya berhenti di situ, pada tahun 1999, label lokal yang bernama FastForward Records kemudian merilis beberapa album dari band yang berasal dari luar negeri seperti The Chinkees (Amerika), Cherry Orchard (Perancis), 800 Cheries (Jepang), dan lain sebagainya. Menurut Marin, salah seorang pendiri dari FastForward Records, setidaknya media-media komunikasi seperti internet, mesin fax dan jaringan telepon punya andil besar dalam proses produksi album dari band-band ini. Sekarang, label lokal yang merilis musik yang berasal dari luar negeri sudah bukan barang yang aneh lagi. 

Malah, beberapa band lokal di Bandung juga sudah banyak yang berkesempatan dirilis oleh label di mancanegara. Beberapa diantaranya adalah Homicide, Domestik Doktrin, Jasad, dsb. Perluasan jaringan yang mempertautkan perkembangan di bidang musik dan fashion dengan perkembangan media dan teknologi informasi ini setidaknya melahirkan sebuah kombinasi perkembangan (kebudayaan) yang baru, baik dari segi ideologi sampai pada manifestasinya dalam pola kehidupan sehari-hari sebagian komunitas anak muda di Bandung. 

Hal ini menunjukan bahwa bagaimanapun perkembangan yang ada di kota Bandung tidak dapat dipisahkan begitu saja dengan setiap gejala perkembangan di tingkat global. Seiring dengan perkembangan jaman, sampai saat ini scene anak muda di Kota Bandung masih terus tumbuh untuk terus melengkapi pola perkembangannya dengan wajah dan berbagai versinya yang baru. Jangan kaget kalau tiba-tiba anda bertemu dengan sekelompok anak muda dengan gaya yang identik dengan gaya anak muda di belahan dunia yang lain. Kota ini memang sedari dulu sudah menjadi bagian dari kota-kota lain di seluruh dunia. Salut! Selamat datang di Kota Bandung!



penampakan DISTRO gan ^^







sedikit perubahan dari  sumber  1  &  2  :D :D


»»  READ MORE GUYS :D

BLACK ID



Black Id lahir pada tanggal 9 Pebruari 2004, dari kebutuhan akan sebuah identitas. Identitas yang dibutuhkan sebagai penyampai pesan dari komunitas musik di Bandung, yang mulai menunjukkan eksistensinya sebagai salah-satu kekuatan musik di Indonesia.
Pada masa itu Black Id tampil beda dengan membawa konsep fashion yang mengangkat gaya-gaya fashion asli Indonesia yang dikemas dalam gaya-gaya STREET-W EAR. Konsep baru Black Id tersebut ternyata diterima positif oleh pasar yang akhirnya berkembang menjadi jalinan yang lebih luas dan intens dengan melibatkan pihak-pihak media. 


Moment itu kemudian meredefinisi bagaimana sebuah bisnis fashion lokal atau distro dijalankan. Yaitu dengan menciptakan sebuah network atau jaringan kemitraan yang saling menguntungkan. Fungsi network sebenarnya adalah untuk menjembatani kebutuhan pasar dan tentunya untuk menyebarkan konsep fashion yang membawa pesan-pesan Indonesia.
Menjadi perusahaan yang terkemuka dan diperhitungkan dalam dunia fashion di Indonesia dan dunia merupakan visi suci kami. Dengan kehadiran www.blackidclothing.com, saya harap bisa menjalin hubungan dan menjangkau semua aspek, baik nasional maupun internasional.






@ persib ID



Nama Black ID sebagai trend fashion beraliran clothing telah berkembang pesat dan hingga kini jangkauannya sudah merambah hingga ke luar negeri.
Clothing yang bermarkas di Bandung ini ternyata tidak melupakan keberadaan potensi yang ada di tatar parahyangan. Persib Bandung sebagai potensi Bandung dan Jawa Barat menjadi salah satu segmen yang dibidik clothing ini dalam menjual produknya.
Mengaku sebagai orang Bandung yang cinta Persib, clothing yang sudah berdiri sejak 2004 ini pun peduli akan tim kebanggaan warga Jawa Barat tersebut.
Arif selaku Marketing Produk Black ID mengatakan, berangkat atas kecintaan terhadap Persib Bandung, Black ID pun meluncurkan produk berdesain Persib.
“Kebetulan ada tiga kaus berdesain Persib yang khusus kita jual saat ini,” ungkap Arif saat ditemui persibholic.com, di Jalan Lombok, Kota Bandung.


Ketiga kaus lengan pendek yang didesain minimalis tersebut bergambar maung dengan tulisan di atasnya “Persib ID” pada kaus warna biru dan putih. Sementara kaus warna putih yang satu lagi hanya bergambar tulisan besar dengan nama yang sama “Persib ID”.
Pria ramah ini mengaku dengan diluncurkannya kaus Black ID for Persib adalah sebagai bentuk dukungan secara tidak langsung untuk Persib.“ Inilah dukungan kami secara tidak langsung terhadap Persib, mudah-mudahan kaus ini cocok dikenakan bobotoh untuk menonton Persib,” ungkapnya.


“Nah bobotoh yang ingin tampil dengan “Persib ID”-nya. Mampir ke outlet kami yang tidak jauh dari markas Maung Bandung bertarung. Letaknya di Jalan Lombok, Bandung. Disini tidak saja desain kaos yang keren tapi kualitas barang juga bisa memuaskan,” ucap Arif berpromosi.




klik di sini untuk FP FB nya :)
klik di sini untuk twitter nya :)
klik di sini untuk web nya (bisa order via online)  :)



contact person :
-- info@blackidclothing.com 
-- YM : bid924@ymail.com 
-- (☎) 0821 3010 6567
-- (☎) 022-420-3611 


alamat DISTRO nya :
-- Jl. Belitung No. 3 
Sumurbandung, Bandung
INDONESIA 40113
-- Main Office 
Jl.Lombok No.11 A
Bandung – Jawa Barat, Indonesia






penampakan black id nya :)













































































»»  READ MORE GUYS :D